MLM NGOTAK MSS

•May 13, 2016 • Leave a Comment

Jadi teh ceritanya waktu itu gw lagi nunggu kereta dari Solo mau balik Jogja. Eh tiba-tiba di samping gue ada mas-mas duduk. Sok-sok peregangan gitu terus basa-basi nanya-nanya ini itu. Gue nanggepinnya males banget, ga tau apa gue pake headset supaya ga ada yang ganggu. Eh ujung-ujungnya nanya ‘Mbak tau Melia Sejahtera gak?’

Wooohh kan bener, beneran mo mrospek MLM nih. Soalnya cuma orang waras yang mau ladenin gue. Yaudah gw iya-iyain aja. Pas dia kasi brosur dan no hape, gue cerca habis-habisan, sampe keluar noh bahasa Inggris awut-awutan gue saking sewotnya. seenggaknya dia kelabakan.

Lebih kurang pertanyaan ala bom molotov yang gw inget begini.

‘hanya dengan bla-bla nanti dapat website juga’

‘websitenya isinya apa? ebook?’

‘oh banyak. macam macam mbak manfaatnya banyak’

gue bacalah browsurnya yang katanya punya anggota dewan dan dosen.

‘Katanya bukan MLM, tapi ini sama aja dengan MLM. Terus kalian gak nyebut produk kalian apa. Jadi yang kalian jual apa? Janji palsu? Sama aja ini mah fraud.’

‘Oh enggak mbak, kami punya produk kesehatan kok. Makanya ikut seminar saya dulu di fave hotel nanti’

‘Produk kesehatannya terdaftar dinkes gak?’

‘ojelas’

‘Kalau terdaftar dinkes kenapa kalian gak nonjolin produk kalian? Tunjukin brandnya. Kalau kayak begini mah cuma orang goblok yang percaya. Lagian kamu aja gabisa jelasin dengan singkat dan tepat tentang produk kamu gimana pelanggan tertarik’

‘Makanya ikut seminar saya’

‘setiap waktu yang dikeluarin itu berharga mas… mau ke seminar juga kalau bertele-tele dan ga jelas begini ya ngabisin waktu saya. tapi yaudah deh makasi ya’

mas ganteng sebelah kiri gue senyum senyum sendiri. Orang mlm nya juga balik ke temen-temennya. dikata gue anak kemaren sore bisa diprospek.
Duh mau muntah ketemu orang-orang begini. Kanker di masyarakat tuh orang-orang begini.

View on Path

Chat Sehat

•April 12, 2016 • Leave a Comment

Ada Startup baru nih,
http://chatsehat.com/

Chat Sehat adalah forum untuk berbagi info tentang penyakit kronis/langka yang berpartner bersama dokter dan beberapa ahli di bidang kesehatan.

Gue lihat masih baru sih, masih perlu banyak pembenahan (terutama di bagian UI. #eheum).

Intinya di sini kalian para pasien yang ingin berbagi info, caregiver atau yang sekedar ingin tahu seluk beluk berbagai penyakit kronis/langka, termasuk segala terapi-terapinya silakan pantengin terus ya!

Semoga karya anak bangsa ini bisa sukses ya, amiin…

View on Path

Mari Kembali Rasional

•April 1, 2016 • Leave a Comment

PERHATIAN!! Tidak semua penjual obat alternative berjualan dengan cara kotor seperti ini, karena saya percaya mereka ada yang bersih juga. Toh niatnya baik, tidak semata-mata hanya demi uang walau niat utamanya mencari uang.

Jadi kebanyakan yang motifnya kotor itu begini…

Penjual pengobatan alternatif mempromosikan pengobatannya kepada penderita kanker atau penderita penyakit lainnya dengan alasan medis itu banyak mudharatnya. Medis itu hanya akan memberikan obat-obat yang mengandung zat kimia berbahaya, dokter-dokter haanya mencari uang dan tidak akan bertanggung jawab jika pasien mati.
Tapi beberapa pasien akhirnya menolak pengobatan alternatif karena lebih percaya kepada medis karena menurut mereka medis lebih terjamin. (meskipun kalau kami bakal mati ya mati aja. eh ini mah pemikiran saya hahahaha).
Dan kebanyakan jika pasien sudah sembuh karena pengobatan medis, si penjual pengobatan dan obat alternatif ini mengaku-ngaku jika kesembuhan pasien medis yang sudah sembuh ini berkat pengobatan alternatif yang dia berikan.

ZONK!!

Hak kalian jika ingin berobat alternatif atau mengikuti gaya hidup yang katanya lebih sehat, seperti vegan, raw food segala macem. Tapi ga peduli gaya hidupnya gimana, namanya sakit ya bisa aja. Sama halnya dengan yang mereka bilang, sembuh dengan alternatif ya bisa aja.

Tapi coba deh lebih rasional sedikit. Namanya aja alternatif, tentu bukan yang utama. Kalau pun ingin berobat alternatif dilihat dulu ada izin dari DINAS KESEHATAN gak? Kalau dari dinas perdagangan gitu mah sama aja gak bisa ngejamin juga.
Kalau medis, semua dicatet, jadi ngasi obat juga gabisa sembarangan. Dilihat dulu kondisi pasien. Dokter sendiri mau diagnosa gabisa sembarangan, ngasi tahunya juga kudu lihat psikis pasien dulu. Begitu…

Tuh kan, panjaaaang….

View on Path

Kampanye Rambut Botak

•March 24, 2016 • 1 Comment

ini keren dan membuat terharu. Tapi bagi saya pribadi, rambut adalah sebuah kebanggaan. Mungkin bagi sebagian orang, apalah artinya seonggok rambut dibanding support yang diberikan kepada penderita kanker.
Padahal bagi saya pribadi, kesehatan kalian lebih penting. Melihat kalian selalu semangat dan menjaga kondisi kesehatan kalian saja bagi kami sudah cukup.
Sehat terus ya teman-teman.

View on Path

Hey, Cancer! ( Persiapan Treatment)

•March 17, 2016 • Leave a Comment

Jadi… cerita sebelumnya… saya teh diponis kanker servix. Sebelum periksa lebih dalam seberapa jauh penyakit ngehek ini menjajah mahkota gue (chuy bahasa loe), atas rekomendasi pacar, gue menyempatkan diri untuk meditasi sebelum kembali lagi ke medis. Agar tetap tenang tabah tawakal mawaddah warohmah menjalani kehidupan yang penuh lika-liku ini lah, begitu… And it’s totally works!! Mau tau meditasi apa? Ntar lah gue cerita kalo lagi mood.

Jadilah gue balik lagi ke poli obgyn bagian onkologi yang sekarang jadi tempat nongkrong minimal 2 minggu sekali. Sampe hapal sama petugas medisnya dah ah.
Pertama-tama gue diperiksa dalem anunya itunya gue pake alat… sebut saja congor bebek (suka-suka gue donk nyebutnya, blog gue ini), dan diperkirakan jika gue terkena Kanker Servix stadium 1B, syukurlah masih termasuk dini. Saat itu gue langsung semangat nanya treatment apa buat  menumpas ini dan ga bikin nyebar, karena gue was-wasnya di situ. MENYEBAR.

Yang gue suka, dokternya langsung ngasi edukasi yang jelas. Dan jelas gue harus dioperasi Histerektomi — blah blah blah du bi du bi dam — yang bahasa indonesianya adalah pengangkatan kanker beserta rahimnya. Yang intinya gue tidak akan bisa memiliki anak lagi dari rahim gue sendiri. APPAAAAA?! *zoom in zoom out* (Saya sama pacar kan lagi ngayal-ngayalnya gimana perpaduan muka anak kami nanti. Gimana sih Dok?!) Lalu terjadilah tawar menawar di sini. Tapi tetap, langkah terbaik memang operasi. OKE DEAL!

Di depan dokter sok-sokan ngerjap-ngerjap nahan nangis, sampe luar Sardjito brebes mili tanpa suara. Ya namanya orang sedih ya bok, mana dilihat mas-mas tukang parkir yang lagi pada ngaso. Pas mereka nanya kenapa nangis, berasa pengen megang tangan salah satunya terus terak histeris ‘Mereka akan mengangkat rahim ku, Fernando! TIDAAAAAAAAAKKKK!!?’ Tapi kagak jadi dink, takut masnya kejang-kejang. Mending kejang-kejang, lah kalo masnya jatuh cinta? Kan ribet dunia persilatan. Yaudah princess lanjut jalan aja pulang ke kos.

Tapi ya, dipikir-pikir gue itu sangat-sangat beruntung. Gue pernah menikah, sudah punya jagoan ganteng, meski tampang pas-pasan gini juga ada yang khilaf macarin. Jadi kalau gue baper berkepanjangan karena rahim gue diangkat kok rasanya ga tau diuntung, ya? Sementara di luar sana masih banyak anak-anak yang minta diadopsi, pengen punya keluarga… dan lain sebagainya (yang ga enak aja kalo dilanjutin).

Sebelum operasi gue harus menjalani berbagai test dulu, jadi ga bisa sembarangat sayat-sayat aja (ya menurut loe nek?).

1. Test Kardiovaskuler atau test fungsi jantung. Cuma dijepet-jepet alat kayak penjepit jemuran gitu doank di dada (gile bahasa gue ya bokkk). Hasil graphiknya lucu deh, kayak sandi rumput. MUAAHAHAHAHAHA.

image

2. Test Thorax atau X-Ray a.k.a di RONSEN bagian dada. Ini supaya apaan sih Dok ya? Akika lupita.

3. Test darah (ini mah biasa tiap bulan sekarang. tsaelaaah…
)

4. CT Scan Kontras bagian abdomen. Kudu puasa dulu sebelum discan. SEDIH(pokoknya giliran gabisa makan dan gaboleh makan itu lah yang paling SIDIH). Ini nih kudu ngantri karena di sono mesinnya cuma satu. Doakan semoga pemerintah segera banyakin mesinnya, ya?

Kira-kira itu dulu sih persiapan sebelom hari H. Pokoknya… temen-temen yang senasib…

‘Jangan patah semangat karena akan ada kehidupan yang lebih indah setelah kanker‘.

Atau orang-orang terdekatnya yang lagi apes kayak eke begini…

Jaga kesehatan dan tetap semangat agar bisa terus mensupport mereka dengan semangat!’

Karena sesungguhnya kalian lah penyemangat kami.
WE CAN! I CAN!

Hey, Cancer!

•March 4, 2016 • 11 Comments

Cancer-You-Picked-the-Wrong-Bitch-T-Shirts

spreadshirt.co.uk

Tahu ga sih, life is good, suka banget ngasi kejutan. Saking baiknya, kejutannya kadang kebanyakan zonk semua. Tapi di balik zonk itu ada banyak kejutan-kejutan lain yang semesta kasi buat kita, baik itu berupa pelajaran, atau hiburan buat diketawain. In a nutshell… hidup itu indah Bang, seindah kalau kita lagi jatuh cinta. Dijejelin tai kotok juga senyum-senyum aja berasa dijejelin coklat. Diiih… apaan lagi ini bahas tai kotok??!! Contohnya nih…;

Setahun-dua tahunan lalu setelah berat badan gue turun drastis akhirnya gue berhasil naikin berat badan dengan cara ekstreem; MAKAN BARBEL! Kagak dink, minum obat herbal gitu deh sampai nafsu makannya membludak kayak arus mudik. Seneng donk gue jadi semog bin semlohay. Sampai akhirnya awal tahun lalu gue bleeding pada saat icik-eheum (gausah nanya ini apaan. pokoknya icik-eheum aja dah). Shock donk gue, mana banyak lagi pendarahannya. Disuruh ke UGD tapi gue mau mantau dulu karena kemaren baru kelar haid. Akhirnya siangnya pendarahannya ilang sama sekali. Fyuuh… (Ciyeee lega nih ye).

Tapi, kira-kira tiga atau empat bulanan kemudian pendarahan lagi di luar masa haid (mampus dah loe…). Pendarahannya gak banyak sih cuma sehari. Tapi tiga, empat atau lima hari kemudian keluar lagi. Keluarnya juga cuma seharian atau semaleman doank; misalnya pendarahannya malem, ntar siangnya kelar. Atau pendarahannya subuh, sorenya kelar. Curiga donk gue, tapi gue mencoba kalem dulu sambil searching-searching dan nyatet siklus pendarahannya juga. Kok hasilnya cenderung ke kanker serviks sih?

1. Pendarahan di luar masa haid
2. pendarahan saat berhubungan
3. cek di sini boleh loh daripada blog gue makin panjang

Padahal gue curiganya cuma kista doank. DI SINI LAH PRINCESS AGAK SEDIKIT PANIK. Tapi tenang… mungkin aja cuma kista. Tapi saat itu gue mikir, meski kanker sekalipun, gue siap menghadapi segalanya (eaaaaa… adek mah gitu anaknya kak, pasrahan). Puncaknya… gue bleeding lagi pada saat icik eheum (Waduh, beneran kanker dah nih). Yang sebelumnya gue menunda-nunda test papsmear karena males minta izin sama bos, akhirnya gue minta izin setengah hari buat ke RS ditemenin abang bule. Pas gue dipapsmear, perawat yang mau ngambil sampelnya bilang ke dokter, “Loh Dok, ini kok bentuknya aneh?”. Buset, maksudnya apa coba ngatain MINI RENY aneh? NGAJAK BERANTEM?!

Lalu dokternya bilang, “Ini langsung dibiopsi aja ya, buk?” (IBUUKKK?! alhamdulillah ya, biasanya dikira bapak sama cs yang jual hosting). Yasudah lah, saya manut aja sama dokter yang lebih ngerti dan pengalaman nanganin daleman Miss-V yang bentuknya bisa mendadak aneh-aneh.

Seminggu kemudian gue dan Abang Bule balik lagi ke RS lihat hasil laboratorium patologi anatomi. Dan hasilnya… (jreng,,,jreng… kamera zoom-in zoom-out) tidak lain dan tidak bukan adalah KANKER SERVIKS.
Yaaaay… life is a bitch, but cancer messed with the wrong bitch! I’m stronger than those fucking stupid useless cells. (MEEEH….)

Is my life funny? Absolutely yeah. No! But YEAAAAHH!

Dhamma

•January 9, 2016 • Leave a Comment

Sahabatnya berkata, percayalah hanya tuhan yang akan menolong, berserah diri kepada tuhan, apalagi kamu sakit, ingat mati.

Dia hanya tersenyum lalu bertanya, tuhan yang mana? Terlalu banyak tuhan.

Tuhan yang kamu yakini, yang kita yakini. Bersujud lah setiap waktu. Kalau tidak berserah diri, kapan kamu sembuhnya?

Saya tidak perlu meyakini tuhan versi apa pun, apalagi menjalani ritual keagamaan ini atau itu untuk sembuh, tidak juga untuk mengingat mati.

Saya hanya cukup meyakini dan percaya jika saya akan sembuh, karena saya yakin, pasti akan sembuh. Jika pun saya mati, saya pasti akan mati. Tidakkah semua orang hidup dan akhirnya mati? Tapi, jika pun saya mati, bagaimanapun caranya, apa pun penyebabnya, saya pastikan mati dengan keadaan hati yang damai, berserah diri dengan kematian itu sendiri.

Sebagai teman saya hanya mengingatkan, bertaubatlah. Ingat kehidupan di akhirat.

Jauh sebelum kamu mengatakannya, saya sudah bertaubat. Bertaubat dari kemelut di dalam diri saya sendiri. Dan saya merasa jauh lebih damai. Saya lebih bisa menerima segalanya dengan lapang dada, bonus fikiran yang lebih terbuka sehingga bisa melihat segala sesuatunya dari segala sisi.

Baiklah, namun aku tetap berdoa semoga kamu segera diberi hidayah.

Saya tahu kamu peduli, karena itu saya senang sekali bahkan sangat berterima kasih karena kamu sudah berbaik hati untuk mengingatkan.

Dan saya yakin, di mata tuhan, kamu sudah melakukan hal yang benar. Sisanya, biar saya yang memikulnya sendiri. Berbahagialah… berbahagialah…

Dia hanya menyampaikan apa yang dia rasakan, apa yang dia yakini. Namun dia tetap bersyukur memiliki teman seperti sahabatnya, yang berkata akan tetap menyertai namanya dikala sahabatnya itu berdoa.

Ada lagi yang bertanya, bagaimana kehidupan kamu di akhirat nanti, kamu saja tidak percaya surga dan neraka.

Lagi-lagi dia hanya tersenyum menjelaskan, saya tidak pernah memikirkan surga dan neraka. Saya memikirkan realita saat ini. Tapi saya percaya kebaikan, karena selalu bisa membawa kedamaian di dalam diri saya. Keburukan, kejahatan yang sengaja atau tidak sengaja saya lakukan, selalu saja bisa membawa dampak buruk ke dalam kehidupan saya bahkan orang lain. Begitu juga kemarahan, yang sampai sekarang masih susah untuk saya taklukkan.

Kembali lagi ke Surga dan Neraka. Bagi saya, jika saya mati, ya sudah.
I Only Life Once, memikirkan kematian apalagi kehidupan setelah kematian bagi saya hanya membuang energi. Jadi saya hanya memikirkan apa yang bisa saya perbuat sebelum saya mati.
Dan sesungguhnya, bagi saya, melakukan kebaikan itu untuk kedamaian diri saya sendiri, bukan demi mendapatkan tempat di surga.

Sudah dua kali temannya bertanya hal itu, yang terakhir kali saat mereka sedang camping. Dia bahkan merindukan si penanya dan berharap semoga kebaikan selalu menyertai orang-orang terdekatnya, juga seluruh makhluk di dunia.

Ada lagi yang nyeletuk, kamu atheist!
Lagi-lagi dia hanya tertawa, saya bukan atheist.
Jadi, apa?

Saya meyakini Dhamma.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,471 other followers