Hey (3)

image

Kita hidup di zaman yang gila Tuan,
Segila kau yang berani membuatku terpana.
Segila aku yang lupa jika bukan hanya kau yang ada di dunia.
Segila mereka yang mulai menerka-menerka penuh curiga

Geli rasanya menyadari bahwa ternyata denting-denting aksara yang kutebarkan,
Berhenti di titik-titik yang tak kuharapkan.
Tak kalah lucu rasanya saat menyaksikan kau membaca bait-baitku,
Tanpa tahu bahwa kaulah yang sebenarnya kutuju.

Ingin rasanya aku membisikkan segala kekagumanku langsung kepadamu, Tuan.
Agar tak ada lagi yang mendatangiku dengan rasa ingin tahu,
Apalagi penuh nafsu.
Namun selayaknya wanita,
Aku terlahir untuk tidak memburu cinta.

Advertisements

~ by Reny Payus on September 20, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: