Ulang Tahun

Dari sejak gue mulai mengenal apa itu ulang tahun, hingga sekarang gue enggak pernah ingin merayakan ulang tahun gue sendiri atau bahkan menikmatinya bersama yang lain barang sedikitpun. Jangankan merayakan, untuk menuliskan jika gue berulang tahun aja ada sedikit rasa ganjil di diri gue.

Masa-masa gadispun, tiap gue akan berulang tahun selalu ditawari ibu, mau dirayain meski kecil-kecilan atau mau dikasi duit untuk mentraktir teman? Ya tentu minta mentahnya donk, meski ujung-ujungnya gue ga nraktir, soalnya gue gak ngasi tahu ke siapa-siapa kalau gue sedang berulang tahun. Lumayan lah duitnya buat jajan. Emang dasarnya gue pelit aja kali, ya? APA??!! IYA!??!! BERANTEM AJA YUK??!!

Di jaman Sosial Media yang dimulai dari friendster sampe Facebookpun gue selalu berusaha menutupi tanggal ulang tahun gue agar tidak ada yang tahu. Meski kadang suka kecolongan, ye….

Dan sejujurnya, bagi gue pribadi ulang tahun itu hanya soal angka yang mengingatkan jika gue semakin tua, toh setiap detikpun gue akan menua. Untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada yang lain pun kadang ada perasaan ganjil, karena gue selalu merasa mengucapkan selamat ulang tahun itu adalah suatu BASA-BASI.
Tapi sebagai makhluk sosial, mau enggak mau tetap ucapkan, beri sesuatu yang menyenangkan. Karena menyenangkan hati orang lain juga berarti menyenangkan hati sendiri. Dan mendoakan mereka dengan tulus adalah suatu kewajiban bagi jiwa gue.

Mungkin gue adalah orang yang bisa dikatakan sedikit… entahlah… mungkin enggak-punya-empati kali, ya? Karena mempunyai jalan pikiran yang seperti itu.

Tapi, sejujurnya ulang tahun di dalam kamus gue adalah HARI KEMENANGAN IBU! Karenanyalah ulang tahun itu ISTIMEWA! Dia berjuang berbulan-bulan demi melihat tangis kita saat pertama membuka mata. Dan gue… gue ingin mengambil hari ISTIMEWAnya menjadi hari milik gue?! Sementara dia menganggap Hari Ulang Tahun gue adalah hari Istimewa KAMI BERDUA! Ingat! BERDUA!

ulang tahun
Itu mengapa sampai sekarang gue ga begitu ingin ulang tahun gue ada yang tahu, karena saat itu semua akan selalu tertuju ke gue, tanpa mereka inget emak gue yang udah melahirkan gue. Bukannya gue tidak berterimakasih atas doa dan ucapan tulus mereka buat gue, tapi cukup gue dan emak gue aja yang bersayang-sayangan dan saling syukur dalam hati mengingat bagaimana kami berdua berjuang bertahun-tahun lalu. Karena itu gue bersyukur dan bakal sayang banget sama yang tiba-tiba mendoakan emak gue di hari ulang tahun gue!

Advertisements

~ by Reny Payus on October 16, 2014.

4 Responses to “Ulang Tahun”

  1. Mother is the name for God on the lips and hearts of all children.

  2. eh bagus.
    belum kepikiran momen ultah seharusnya jadi momen merayakan perjuangan ibu
    cakep ren

  3. wah, iya, gw baru kepikiran kalo ultah itu seharusnya merayakan momen perjuangan ibu… thanks untuk sharing ini yaa, Ren. good point 😀

  4. loh, ketemu ini lagi, tambah tua lagi. ahahahha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: