An Angry Duck

Angry-donald-duck

Gue bukan malaikat, yang gabisa marah. Gue bukan nabi yang marah aja masih bisa diterima orang banyak.

Gue orang yang sengaja mengumbar amarah untuk hal yang mungkin oleh sebagian orang itu dianggap sepele. Seperti menunggu kelamaan misalnya, atau dicercoki pertanyaan bodoh, atau disenggol fisiknya, dan berbagai hal yang terpaksa membuat gue membuang-buang waktu gue dengan sia-sia.

Gue enggak peduli mereka membenci gue karena tidak bisa menerima kemarahan gue apalagi yang disebabkan oleh ketololan mereka. Yang gue peduli adalah kelegaan gue setelah mengutarakan rasa kecewa meskipun itu dengan mengumbar amarah.

Mo dia orang pergi kek, mo dia orang gak mau temenan sama gue lagi kek, kalau gue kecewa sama mereka ya gue marah sama mereka saat itu juga. Daripada gue pendem terus jadi penyakit? Mendingan dia orang yang kena penyakit karena salakan gue. Kayak hidup gue isinya mereka aja gue meraung-raung gara-gara dibenci apalagi ditinggal. Lagian gue marah juga sebentar ini. Kalo udah kelar ya udah, masa mo diungkit-ungkit terus? Perkaranya saat itu ya marahnya saat itu juga. Kalau mereka masih gak terima sama marahnya gue, ya urusan mereka. Apalagi kalau marahnya gue disebabkan oleh ketololan mereka.

DIKIRA MEREKA MASIH ANAK-ANAK?!

Iya, gue gak bisa marah kalau sama anak-anak ( _ _)/||

Advertisements

~ by Reny Payus on January 5, 2015.

4 Responses to “An Angry Duck”

  1. Kesehatanmu mak.

  2. QUACK! QUACK-QUACK-QUACK! QUACK-QUAACK! QUACK-QUACK-QUAAACK-QUACK! QUAAAACK-QUACK-QUAAACK-QUACK-QUACK! QUACK-QUAAAACK!

    QUACK!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: