Hey, Cancer! ( Persiapan Treatment)

Jadi… cerita sebelumnya… saya teh diponis kanker servix. Sebelum periksa lebih dalam seberapa jauh penyakit ngehek ini menjajah mahkota gue (chuy bahasa loe), atas rekomendasi pacar, gue menyempatkan diri untuk meditasi sebelum kembali lagi ke medis. Agar tetap tenang tabah tawakal mawaddah warohmah menjalani kehidupan yang penuh lika-liku ini lah, begitu… And it’s totally works!! Mau tau meditasi apa? Ntar lah gue cerita kalo lagi mood.

Jadilah gue balik lagi ke poli obgyn bagian onkologi yang sekarang jadi tempat nongkrong minimal 2 minggu sekali. Sampe hapal sama petugas medisnya dah ah.
Pertama-tama gue diperiksa dalem anunya itunya gue pake alat… sebut saja congor bebek (suka-suka gue donk nyebutnya, blog gue ini), dan diperkirakan jika gue terkena Kanker Servix stadium 1B, syukurlah masih termasuk dini. Saat itu gue langsung semangat nanya treatment apa buat  menumpas ini dan ga bikin nyebar, karena gue was-wasnya di situ. MENYEBAR.

Yang gue suka, dokternya langsung ngasi edukasi yang jelas. Dan jelas gue harus dioperasi Histerektomi — blah blah blah du bi du bi dam — yang bahasa indonesianya adalah pengangkatan kanker beserta rahimnya. Yang intinya gue tidak akan bisa memiliki anak lagi dari rahim gue sendiri. APPAAAAA?! *zoom in zoom out* (Saya sama pacar kan lagi ngayal-ngayalnya gimana perpaduan muka anak kami nanti. Gimana sih Dok?!) Lalu terjadilah tawar menawar di sini. Tapi tetap, langkah terbaik memang operasi. OKE DEAL!

Di depan dokter sok-sokan ngerjap-ngerjap nahan nangis, sampe luar Sardjito brebes mili tanpa suara. Ya namanya orang sedih ya bok, mana dilihat mas-mas tukang parkir yang lagi pada ngaso. Pas mereka nanya kenapa nangis, berasa pengen megang tangan salah satunya terus terak histeris ‘Mereka akan mengangkat rahim ku, Fernando! TIDAAAAAAAAAKKKK!!?’ Tapi kagak jadi dink, takut masnya kejang-kejang. Mending kejang-kejang, lah kalo masnya jatuh cinta? Kan ribet dunia persilatan. Yaudah princess lanjut jalan aja pulang ke kos.

Tapi ya, dipikir-pikir gue itu sangat-sangat beruntung. Gue pernah menikah, sudah punya jagoan ganteng, meski tampang pas-pasan gini juga ada yang khilaf macarin. Jadi kalau gue baper berkepanjangan karena rahim gue diangkat kok rasanya ga tau diuntung, ya? Sementara di luar sana masih banyak anak-anak yang minta diadopsi, pengen punya keluarga… dan lain sebagainya (yang ga enak aja kalo dilanjutin).

Sebelum operasi gue harus menjalani berbagai test dulu, jadi ga bisa sembarangat sayat-sayat aja (ya menurut loe nek?).

1. Test Kardiovaskuler atau test fungsi jantung. Cuma dijepet-jepet alat kayak penjepit jemuran gitu doank di dada (gile bahasa gue ya bokkk). Hasil graphiknya lucu deh, kayak sandi rumput. MUAAHAHAHAHAHA.

image

2. Test Thorax atau X-Ray a.k.a di RONSEN bagian dada. Ini supaya apaan sih Dok ya? Akika lupita.

3. Test darah (ini mah biasa tiap bulan sekarang. tsaelaaah…
)

4. CT Scan Kontras bagian abdomen. Kudu puasa dulu sebelum discan. SEDIH(pokoknya giliran gabisa makan dan gaboleh makan itu lah yang paling SIDIH). Ini nih kudu ngantri karena di sono mesinnya cuma satu. Doakan semoga pemerintah segera banyakin mesinnya, ya?

Kira-kira itu dulu sih persiapan sebelom hari H. Pokoknya… temen-temen yang senasib…

‘Jangan patah semangat karena akan ada kehidupan yang lebih indah setelah kanker‘.

Atau orang-orang terdekatnya yang lagi apes kayak eke begini…

Jaga kesehatan dan tetap semangat agar bisa terus mensupport mereka dengan semangat!’

Karena sesungguhnya kalian lah penyemangat kami.
WE CAN! I CAN!

Advertisements

~ by Reny Payus on March 17, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: