Dhamma

•January 9, 2016 • Leave a Comment

Sahabatnya berkata, percayalah hanya tuhan yang akan menolong, berserah diri kepada tuhan, apalagi kamu sakit, ingat mati.

Dia hanya tersenyum lalu bertanya, tuhan yang mana? Terlalu banyak tuhan.

Tuhan yang kamu yakini, yang kita yakini. Bersujud lah setiap waktu. Kalau tidak berserah diri, kapan kamu sembuhnya?

Saya tidak perlu meyakini tuhan versi apa pun, apalagi menjalani ritual keagamaan ini atau itu untuk sembuh, tidak juga untuk mengingat mati.

Saya hanya cukup meyakini dan percaya jika saya akan sembuh, karena saya yakin, pasti akan sembuh. Jika pun saya mati, saya pasti akan mati. Tidakkah semua orang hidup dan akhirnya mati? Tapi, jika pun saya mati, bagaimanapun caranya, apa pun penyebabnya, saya pastikan mati dengan keadaan hati yang damai, berserah diri dengan kematian itu sendiri.

Sebagai teman saya hanya mengingatkan, bertaubatlah. Ingat kehidupan di akhirat.

Jauh sebelum kamu mengatakannya, saya sudah bertaubat. Bertaubat dari kemelut di dalam diri saya sendiri. Dan saya merasa jauh lebih damai. Saya lebih bisa menerima segalanya dengan lapang dada, bonus fikiran yang lebih terbuka sehingga bisa melihat segala sesuatunya dari segala sisi.

Baiklah, namun aku tetap berdoa semoga kamu segera diberi hidayah.

Saya tahu kamu peduli, karena itu saya senang sekali bahkan sangat berterima kasih karena kamu sudah berbaik hati untuk mengingatkan.

Dan saya yakin, di mata tuhan, kamu sudah melakukan hal yang benar. Sisanya, biar saya yang memikulnya sendiri. Berbahagialah… berbahagialah…

Dia hanya menyampaikan apa yang dia rasakan, apa yang dia yakini. Namun dia tetap bersyukur memiliki teman seperti sahabatnya, yang berkata akan tetap menyertai namanya dikala sahabatnya itu berdoa.

Ada lagi yang bertanya, bagaimana kehidupan kamu di akhirat nanti, kamu saja tidak percaya surga dan neraka.

Lagi-lagi dia hanya tersenyum menjelaskan, saya tidak pernah memikirkan surga dan neraka. Saya memikirkan realita saat ini. Tapi saya percaya kebaikan, karena selalu bisa membawa kedamaian di dalam diri saya. Keburukan, kejahatan yang sengaja atau tidak sengaja saya lakukan, selalu saja bisa membawa dampak buruk ke dalam kehidupan saya bahkan orang lain. Begitu juga kemarahan, yang sampai sekarang masih susah untuk saya taklukkan.

Kembali lagi ke Surga dan Neraka. Bagi saya, jika saya mati, ya sudah.
I Only Life Once, memikirkan kematian apalagi kehidupan setelah kematian bagi saya hanya membuang energi. Jadi saya hanya memikirkan apa yang bisa saya perbuat sebelum saya mati.
Dan sesungguhnya, bagi saya, melakukan kebaikan itu untuk kedamaian diri saya sendiri, bukan demi mendapatkan tempat di surga.

Sudah dua kali temannya bertanya hal itu, yang terakhir kali saat mereka sedang camping. Dia bahkan merindukan si penanya dan berharap semoga kebaikan selalu menyertai orang-orang terdekatnya, juga seluruh makhluk di dunia.

Ada lagi yang nyeletuk, kamu atheist!
Lagi-lagi dia hanya tertawa, saya bukan atheist.
Jadi, apa?

Saya meyakini Dhamma.

Advertisements

Darah oh Darah

•December 8, 2015 • 1 Comment

HB kurang 0.5pt dari batas normal aja, kalau mau kemo kudu transfusi. Andai punya pacar Edward Cullen, tinggal suruh doi ngider nyari darah brondong. #yekali.
Jadi inget waktu mau operasi elektif dulu, dokter ansthesi ngasi tahunya sehari sebelum operasi. Untungnya itu hari minggu, masi siang, kebetulan si Yuya jenguk dan kami cah socmed. Sibuk lah cari darah 4 kantong.

Ternyata nyari pendonor itu ga mudah. 10 dari pendonor, yang keterima paling 50%nya, itu juga untung-untung. Terpujilah orang-orang yang berbaik hati mendonorkan darahnya, termasuk sukarelawan yang sibuk bantu cari pendonor.

Dan di sini gue diuji. Dokter bilang, ibu kamar sebelah juga butuh darah B, dari hari sebelumnya masih kurang 2ktg lagi. Gue yang waktu itu jg nyari pendonor, ikutan bantuin ibu itu juga.
Tapi… pas ketemu sama anak ibu itu, anaknya itu bener-bener menjatuhkan semua harapannya ke gue, sampe-sampe temen sekamar gue bete dan ngedumel pas anak ibu itu pergi.

Mungkin anaknya lupa kalau gue juga pasien, ga bisa kemana-mana. Sendirian pula, karena mbahnya Rafael belum dateng. Jadi boro-boro gue ke PMI Sardjito buat ngecek, keluar ruangan aja disuruh masuk lagi sama suster. Sementara gue juga butuh 2 kantong darah lagi.

Saat itu gue mikir… gue cari buat gue dulu deh, baru buat ibu itu. Jadilah gue tetep sebar info dan telpon sana sini.

Lalu… dokter dateng dan bilang kalau gue kurang 1ktg lagi. Anaknya ibu itu juga masuk ke kamar gue dan tetep menjatuhkan harapannya ke gue untuk cari darah. Dimarahin donk doi sama dokter, orang gue pasien.

Puji tuhan ada beberapa pendonor yg nelpon dan bilang darah untuk gw sudah terpenuhi dan darah untuk ibu di kamar sebelah juga, karena gue kasi dua nama; Gue dan Ibu itu.

Malemnya anaknya ibu itu bilang ke gue ‘darah ibu saya sudah terpenuhi. Saya sudah bulak-balik nyari di PMI. Mbak juga sudah terpenuhi, ya? Alhamdulillah.’

Gue akuin gue bukan santa, bukan orang suci yg hatinya murni banget, malah cenderung sombong sampe2 bete karena ibu itu ga bilang terima kasih sama sekali.

Bitch Got Crabs

•September 11, 2015 • 3 Comments

Few Months ago i told my Big Bro that i wanted to donate my body parts when i die if necessary. Might be for medical research or someone who need transplant. Because i felt really really healthy that day, EVEN NOW! I can go to the Gym and do muaythai right now, or hike Mount  Merbabu and drink vodka or beer even if i feel pain in my waist. #dang!

But something weird happens, i felt not good about my body because i keep bleeding between my periods. I knew that’s not good, really really not good, but i kept talking to my self “there’s nothing wrong” even if i knew there must be something wrong. And it became more strange. #duh

So, last month i went to Hospital to get papsmear. And doctor who did the pap test was shocked and asked me to do biopsi, because there was something strange in my cervix. They also asked me to do Rapid Test for HIV because they saw tattoo in my hand. At first i thought it was nonsense and i was sure i was clean, but my brother and my doctor friend were motivated me because it’s important, so i did it anyway. Thank you, Guys…

After one week, i came back again to get the result. I was litle bit afraid about the HIV one but i kept myself calm by making sure everything was gonna be allright. Yhea, everything gonna be allright. I’m HIV Negative #fyuh.
Unfortunately the biopsi result was not really good because there’s precancerous changes in my cervix. They diagnosed me with Cervical Cancer but they didnt know how bad it was, so they referred me to Oncologist.

WEEKPOYNT_

Now i have to take some cervical cancer treatment in this public hospital, but the administration can be a bit dickish at times, because this government health insurance program i use is li’l bit confusing and complicated. It’s makes me difficult to figure it out because i am living alone while at the same time dealing with this crab. But thank you anyway, dear government.

government.

Broken

•May 28, 2015 • 1 Comment

Broken.

Ketidakistimewaan Yogyakarta di Mata Warga

•March 10, 2015 • 2 Comments

OMG, this is sad. so sad 😐

warga berdaya

2015 03 - Jogja Istimewa 5

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta baru saja meluncurkan logo baru yang digadang-gadang sebagai strategi branding yang akan membuka pintu kesejahteraan bagi Yogyakarta. Namun, proyek logo yang direncanakan menggunakan anggaran total hingga 1,5 milyar rupiah ini sebenarnya telah mendapatkan banyak kritik dari warga Yogyakarta sendiri. Sisi urgensi dan sisi proses/prosedur yang tidak tepat adalah hal yang sangat disayangkan oleh warga. Langkah yang sangat tidak istimewa telah dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri. Melalui media sosial, Warga Berdaya Yogyakarta mengingatkan publik untuk tidak terbuai oleh langkah pemerintah daerah tersebut. Logo sama sekali tidak penting jika dibandingkan dengan  beragam pekerjaan rumah besar yang ada di Yogyakarta, seperti penanggulangan kemiskinan, permasalahan pendidikan, ancaman atas keberagaman, kerusakan lingkungan, penyalahgunaan izin, dan sebagainya. Di bawah ini adalah pesan-pesan pengingat warga berdaya Yogyakarta terhadap situasi di atas.

2015 02 - Jogja Istimewa 5

View original post 1 more word

Hallo Rs Fatmawati 3

•March 10, 2015 • Leave a Comment

LAGI! Salah satu dari beberapa pengalaman pengguna BPJS. Anyway, semoga masnya lekas sembuh ya? Semoga kita selalu dalam kesehatan. Amiin… 🙂

Leukemia

20150211_090355

Senin 16 pebruari 2015 pukul 16.30.

View original post 1,221 more words

•March 6, 2015 • 3 Comments

Jadi kalau ada temen yang nikah dan bingung mau ngasi kado apa, cukup bungkusin silica aja biar hubungan pernikahannya awet.

Dijadiin kado buat temen atau pasangan juga bisa biar hubungannya berlanjut terus.

Karena semua berawal dari niat yang tulus, meski hanya berupa simbol.

#lifelesson

View on Path